Kamis, 02 Juli 2015

Patriot Garuda : Catatan Seorang Chef Part 18

Assalamualaikum wr wb...

Lagiiii...

Share artikel dari www.patriotgaruda.com , mudah-mudahan bisa membangkitkan rasa Nasionalis kita..

EXPENDABLES

citoxnew78
Hehehe..! Ini betul-betul judul film..! Saya yakin anda semua telah mengetahuinya. Ya, benar..! Film ini dibintangi oleh banyak bintang veteran, dan bercerita tentang kisah petualangan mengasyikan mantan personel pasukan-pasukan elite. Maklum, sebagaimana kita ketahui, anggota pasukan elite di Amerika ataupun Eropa tidak sama dengan anggota pasukan elite kita. Disana, keanggotaan seseorang dalam pasukan elite, biasanya hanya dalam hitungan tahun, bukan puluhan tahun. Setelah masa kontrak habis, biasanya mereka akan menjalani masa pensiun muda yang menyenangkan. Deposito cukup, semua aspek kehidupan telah diasuransikan, tenaga masih kuat, kemampuan strategi yang mumpuni dan memiliki jaringan yang sangat luas, sehingga tidak heran jika mereka kemudian banyak yang menjadi konsultan di berbagai perusahaan, bahkan meski harus memilih profesi hanya sebagai sopir taksi, kehidupan dan jaminan sosial mereka sangat mencukupi.

Kembali ke film tersebut..! Saya penggemar akting Jason Statham. Tapi kali ini saya juga harus menyukai sosok Bearney Ross lakonan Sylvester Stallone..! Sebabnya tak lain karena sosok tersebut mengingatkan saya pada sosok ayahanda disaat beliau memimpin kami setiap kali melakukan perburuan di berbagai hutan dan gunung..!
Sangat komit dan kebapakan..! Beginilah sosok ayahanda dalam setiap perburuan. Bagi beliau, perburuan adalah sebuah pembelajaran dalam hidup. Perburuan bukanlah sebuah pembunuhan. Perburuan bukanlah sebuah perusakan. Perburuan adalah sebuah management, yang tak lain sebagai sebuah seni mengatur hidup dan kehidupan. Tujuan perburuan bukan untuk mencatatkan berapa banyak objek yang kita taklukan, berapa banyak binatang yang kita musnahkan dan berapa banyak peluru yang telah kita habiskan.
Bagi ayahanda, perburuan adalah interaksi kita dengan alam beserta isinya. Adapun senjata dan pelurunya, adalah media untuk bertahan hidup alias survive, karena tujuan berburu yang paripurna adalah berangkat dari rumah, maka harus bisa kembali lagi ke rumah..! Simple mathematic..!
Untuk mencapai tujuan itu, ayahanda mengajarkan kami untuk senantiasa berhati-hati menjaga kelestarian alam sekitar, menjaga tata krama dengan lingkungan, dan tidak sewenang-wenang terhadap segala yang ditemukan. Meski banyak binatang yang kita jumpai, tapi nyatanya kami lebih banyak membidiknya dengan kamera, bukan dengan senjata. Senjata berfungsi hanya disaat kami kehabisan bekal makanan, atau disaat ada penduduk meminta bantuan untuk menggiring binatang liar agar kembali ke hutan dan tidak merusak ladang. Alhasil, dari aksi sosial ini pun, kami malah bisa kelebihan bekal makanan..! Hehehe..!
Tidak heran, jika suatu ketika kami melakukan pendakian ke puncak gunung Kerinci, Jambi, kami tidak menemukan kendala berarti. Ayahanda telah membimbing kami untuk senantiasa menyatu dengan alam. Ayahanda mengajarkan ketulusan bersopan santun, tanpa ada sandiwara. Kita berkomunikasi dan berinteraksi, bukan hanya dengan penduduk kampung, hutan dan gunung, namun juga dengan binatang yang kerap kita temui. Kami diajarkan untuk bersatu..!
Ketika kami bilang bahwa kita bisa kaya jika bisa menembak banyak binatang di atas gunung itu. Beliau malah tertawa, dan bilang justru kita akan mati jika banyak membunuh binatang di atas gunung itu. Selain karena alam tidak akan lagi bersahabat, kita juga dipastikan tidak akan mampu mengangkat hasil perburuan kita sendiri..!
Ternyata inilah yang ingin beliau ajarkan pada kami. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, kami disarankan untuk tetap menjaga keharmonisan yang telah ada sebelumnya. Hidup dan perburuan adalah hampir serupa, dan bersifat sementara. Keserakahan hanya akan mencelakakan diri sendiri. Ambil secukupnya, selebihnya biarkan tetap tumbuh subur untuk kehidupan bersama. Niscaya alam akan melindungi, dan manusia akan menghormati..!

yayan47
KRI Teluk Bintuni
Selamat atas penyerahan kapal KRI Teluk Bintuni kepada TNI AL. Penyerahan ini menandakan bahwa kapal jenis LST terbesar yang pernah dibangun oleh Indonesia telah betul-betul siap dan lengkap dengan berbagai senjata penunjangnya.
Tahun lalu kapal ini juga pernah diserahkan, namun pada waktu itu masih kosongan alias ompong, alias meskipun berstatus sebagai kapal KRI, tapi spesifikasinya masih sama dengan kapal sipil.
Namun kini, semuanya sudah lain..! Terbukti yang memberitakan acara ini juga bukan hanya media nasional, namun juga media internasional. Dengan tuntasnya kapal ini, di mata para pengamat militer, telah menambah poin tersendiri bagi kekuatan TNI.

Daya gedor TNI akan semakin beringas dan gahar, karena pergerakan personel akan paralel dengan pergerakan alutsista berat lainnya..! Semoga kelak kapal sejenis yang lebih besar akan segera kembali terwujud..! Sebagai catatan bersama, galangan kapal Indonesia pernah membangun kapal hingga sebesar 50,000 DWT, atau hampir 10 kali lipat dari berat kapal KRI Bintuni ini. Tak ada kata mustahil, selagi masih ada kemauan dan kemampuan..! Selamat berkarya dan berjaya..!

citoxnew79


BLESSING IN DISGUISE

Saya pernah menjadi seorang bartender di sebuah night club dan discotique..!

Pelajaran berharga yang saya peroleh dari dunia gemerlap ini adalah tentang kebahagiaan..! Banyak yang keliru dalam memaknai dan mencari kebahagiaan. Mereka berpikir bahwa kebahagiaan senantiasa bersemayam dalam kegemerlapan dan kemeriahan..! Nun di dalam gudang minuman saya yang sepi, isak tangis seorang wanita terdengar amat nyaring. Seorang purel yang sehari-hari senantiasa tertawa, berdandan dengan extra kosmetika, kini sedang menangis di hadapan saya. Ketika ditanya kenapa dia bersedih..? Jawaban yang didapat sungguh jauh berbeda..!

“Saya tidak bersedih, justru menangis karena bahagia..! Di tempat tenang seperti inilah saya merasa menemukan kebahagiaan, dan melihat Tuhan itu ada dan sangat nyata..!”




Sejak saat itu, saya baru tahu jika gudang itu bukan sekedar tempat untuknya berkosmetika, tetapi juga sebagai mushola..!

Merasa bahwa Tuhan itu amat dekat diantara kami, akhirnya kami berdua sepakat meninggalkan dunia hitam itu. Kini perempuan yang konon berpikir bahwa kebahagiaan adalah sebuah kemeriahan dan keceriaan itu, kini telah menjadi ibu yang bahagia di kota Malang. Bersuamikan seorang pilot, menjalani bisnis kecil-kecilan, sambil menemani anak-anaknya mengenyam pendidikan. Masih di tempat yang tenang, kebahagiaan itu konon selalu dia dapatkan. Saat menoleh ke dalam sebuah lemari kaca, saya terkejut saat melihat sebuah botol minuman Jack Daniel. Seperti mengerti dengan apa yang terbersit dalam pikiranku, dia pun berujar..!

“Ya, itu botol yang kamu beri, masih tersegel dan tidak pernah aku minum. Aku menjaganya sebagaimana aku menjaga nasihatmu. Aku tidak punya siapa-siapa yang mampu membuatku berani, selain botol itu dan kamu..! Walaupun usiamu di bawahku, tapi aku merasa bahwa kamu adalah kakakku, bahkan terkadang aku merasa jika kamu adalah ayahku..!”




Lagi-lagi tangisnya tak terbendung, namun kali ini beruntung, disampingnya selalu ada suami yang setia dan selalu bersedia memberikan ketegaran dan keteguhan. Alhamdillah, terima kasih Tuhan..!

Kini, saya menjalani profesi sebagai seorang tukang masak..!

Banyak yang bertanya, kenapa perut saya tidak buncit. Sayang banyak yang tidak percaya dan tidak mengerti jika ” Makan itu tidak untuk kenyang, melainkan untuk tidak lapar.”




Suatu ketika ada yang bertanya mengapa saya terlihat awet muda dan selalu tersenyum..! Saya menjawab dengan gaya saya, ” Sebenarnya bukan saya yang awet muda, tapi mungkin kamu terlalu cepat merasa tua. Jika ada yang bilang saya selalu tersenyum, itu juga tidak selamanya benar, karena mungkin yang sedang dia lihat bukanlah senyum saya, tapi bisa jadi sekedar gigi ini yang gak tahan pengen nongol keluar..!”

Hahaha..! Sekarang orang yang bertanya seperti itu, telah berubah total. Saat bertemu, dia sudah terlihat langsing dan tidak lagi terlihat lusuh dan kusut..! Terima kasih, sungguh dialah sejatinya pribadi yang sukses..! Saya telah memetik pengalaman ini sebagai sebuah pelajaran..! Salaam..

yayan49
UNDANGAN Peringatan ke-70, hari kemenangan China
China telah mengundang Indonesia sejak dua bulan lalu untuk mengirimkan pasukan militernya dalam acara parade militer dalam rangka peringatan ke-70, hari kemenangan China atas penjajahan Jepang. Setelah Indonesia tidak memberikan respon, kini negeri Tirai Bambu itu menyampaikan undangannya pada hampir seluruh negara ASEAN..!

Perlukah kita dan ASEAN mengirimkan delegasinya..?
Andaikan kita beserta negara ASEAN hadir dalam acara parade militer tersebut, bukankah itu sebuah symbol penguasaan militer China ke atas Indonesia dan ASEAN..?
Dan, bukankah itu cara yang ditempuh Majapahit dalam usahanya untuk menguasai Nusantara..?
Jika benar demikian, kali ini siapakah sesungguhnya pihak yang sedang belajar dan mengajarkan sejarah dan pengalamannya..? Hehehe…!

By Patku Yayan Indocuisine
Gambar by Google,  dan Patsus Citox

Sumber : klik disini