Minggu, 01 Februari 2015

Batu Akik, Giok, Antara Hobi, Daya Tarik dan Pendapatan Daerah

oleh : Jul Fahmi Salim

Asslamualaikum wr wb...
selamat pagiiiiii.....
Nah kali ini saya mau sedikit bercerita mengenai batu akik/ Giok, batu mulia yang sedang di gilain dimana - mana, terutama di Aceh tempat saya berdomisili...

Tulisan ini terinspirasi dari diskusi sewaktu kuliah kemaren bersama dosen ( Pak Dr Sofyan Syahnur ) dan kami mahasiswanya ketika membahas masalah optimalisasi potensi daerah....terima kasih pak..hehehe

Fenomena batu giok begitu terasa disini, mulai dari semaki bnyaknya org yg memakai batu giok, banyaknya penjual batu giok hingga banyaknya pengasah batu giok yg tersebar dimana-mana..
Namun yg ingin saya sampaikan disini adalah mengenai keterkaitan hobi tersebut dengan daya tarik daerah dan pendapatan daerah itu sendiri..

- Daya Tarik Daerah dan Pendapatan Daerah

saya melihat hobi ini mampu dijadikan sebagai pemicu daya tarik daerah sebagai tujuan wisata. misalnya dengan membuat museum berbagai batu yang di gandrungi tersebut oleh pemerintah daerah. kegunaan museum ini nantinya adalah mampu memberikan gambaran kepada para pengunjung yang penasaran dengan bergai jenis batu tersebut, mulai dari nama, asal daerah,  kisaran harga jual serta berbagai karakteristik yg dimiliki. Alasan ini sangat jelas, karena tidak semua org bisa melihat dan mengetahui karakteristik batu tersebut. Bisa dibayangkan multiplier efek yg akan di timbulkan oleh adanya museum ini, mulai dari meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat maupun pengunjung dari luar daerah, mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara, yang pada akhirnya bukan tidak mungkin memperluas jangkauan pasar dari penjualan batu tersebut.

Pada akhirnya dengan berbagai efek ganda yang ditimbulkan akan meningkat pendapatan masyarakat dari hasil penjualan dan pemerintah daerah dari hasil retribusi maupun pajak yg mungkin di kenakan..

Terimkasih sudah berkunjung. silahkan berikan masukan buat tulisan ini..

2 komentar:

Suharto mengatakan...

saya jadi ingat mas, tentang fenomena batu giok ini,apakah nasibnya nanti akan seperti kisah tanaman anthorium, dan kamboja jepang ya..., yang tiba2 hilang bagai di telan bumi...., he he

Jul Fahmi Salim mengatakan...

Mas Suharto
Terimakasih mas suda kembali berkunjung.hehhe

Iya mas, saya juga takutnya seperti itu, hanya booming beberpa waktu kemudian meghilang bak di telan bumi. Tapi mudah-mudahan buat yang satu ini mampu bertahan selama-lamanya mas.