Minggu, 12 Mei 2013

Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner dengan SPSS

  1. Uji Validitas

Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin dukur. Dalam pengujian instrumen pengumpulan data, validitas bisa dibedakan menjadi validitas faktor dan validitas item. Validitas faktor diukur bila item yang disusun menggunakan lebih dari satu faktor (antara faktor satu dengan yang lain ada kesamaan). Pengukuran validitas faktor ini dengan cara mengkorelasikan antara skor faktor (penjumlahan item dalam satu faktor) dengan skor total faktor (total keseluruhan faktor), sedangkan pengukuran validitas item dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item.
 sebelum melakukan langkah yang ada di SPSS, terlebih dahulu data/pertanyaan di coding ke dalam excel sehingga tinggal di copas ke spss.

data sembarang :


Langkah-langkah dengan program SPSS
Ø  Masuk program SPSS
Ø  Klik variable view pada SPSS data editor
Ø  Pada kolom Name ketik item1 sampai item10, kemudian terakhir ketikkan skortot (skor total didapat dari penjumlahan item1 sampai item10)
Ø  Pada kolom Decimals angka ganti menjadi 0 untuk seluruh item
Ø  Untuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan (isian default)
Ø  Buka data view pada SPSS data editor
Ø  Ketikkan data sesuai dengan variabelnya, untuk skortot ketikkan total skornya.
Ø  Klik Analyze - Correlate - Bivariate
Ø  Klik semua variabel dan masukkan ke kotak variables
Ø  Klik OK. Hasil output 




            Dari hasil analisis didapat nilai korelasi antara skor item dengan skor total. Nilai ini kemudian kita bandingkan dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 12, maka didapat r tabel sebesar 0,576 (lihat pada lampiran tabel r).
            Berdasarkan hasil analisis di dapat nilai korelasi untuk item 1, 9 dan 10 nilai kurang dari 0,576. Karena koefisien korelasi pada item 1, 9 dan 10 nilainya kurang dari 0,576 maka dapat disimpulkan bahwa item-item tersebut tidak berkorelasi signifikan dengan skor total (dinyatakan tidak valid) sehingga harus dikeluarkan atau diperbaiki. Sedangkan pada item-item lainnya nilainya lebih dari 0,576 dan dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut valid.

2. Uji Reliabilitas


Analisis ini dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total dan melakukan koreksi terhadap nilai koefisien korelasi yang overestimasi. Hal ini dikarenakan agar tidak terjadi koefisien item total yang overestimasi (estimasi nilai yang lebih tinggi dari yang sebenarnya). Atau dengan cara lain, analisis ini menghitung korelasi tiap item dengan skor total (teknik bivariate pearson), tetapi skor total disini tidak termasuk skor item yang akan dihitung. Sebagai contoh pada kasus di atas kita akan menghitung item 1 dengan skor total, berarti skor total didapat dari penjumlahan skor item 2 sampai item 10. Perhitungan teknik ini cocok digunakan pada skala yang menggunakan item pertanyaan yang sedikit, karena pada item yang jumlahnya banyak penggunaan korelasi bivariate (tanpa koreksi) efek overestimasi yang dihasilkan tidak terlalu besar.
            Menurut Azwar (2007) agar kita memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai korelasi antara item dengan tes diperlukan suatu rumusan koreksi terhadap efek spurious overlap
            Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 0,05. Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:
-     Jika r hitung ≥ r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid).
-     Jika r hitung < r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).
Sebagai contoh kasus kita menggunakan contoh kasus dan data-data pada analisis produk momen di atas.
Langkah-langkah pada program SPSS
Ø  Masuk program SPSS
Ø  Klik variable view pada SPSS data editor
Ø  Pada kolom Name ketik item1 sampai item 10
Ø  Pada kolom Decimals angka ganti menjadi 0 untuk seluruh item
Ø  Untuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan (isian default)
Ø  Buka data view pada SPSS data editor
Ø  Ketikkan data sesuai dengan variabelnya,
Ø  Klik Analyze - Scale – Reliability Analysis
Ø  Klik semua variabel dan masukkan ke kotak items
Ø  Klik Statistics, pada Descriptives for klik scale if item deleted
Ø  Klik continue, kemudian klik OK, hasil output yang didapat adalah sebagai berikut:



Dari output di atas bisa dilihat pada Corrected Item – Total Correlation, inilah nilai korelasi yang didapat. Nilai ini kemudian kita bandingkan dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 12, maka didapat r tabel sebesar 0,576 (lihat pada lampiran tabel r).
            Dari hasil analisis dapat dilihat bahwa untuk item 1, 5, 9 dan 10 nilai kurang dari 0,576. Karena koefisien korelasi pada item 1, 5, 9 dan 10 nilainya kurang dari 0,576 maka dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut tidak valid. Sedangkan pada item-item lainnya nilainya lebih dari 0,576 dan dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut valid.
Sebagai catatan: analisis korelasi pada contoh kasus di atas hanya dilakukan satu kali, untuk mendapatkan hasil validitas yang lebih memuaskan maka bisa dilakukan analisis kembali sampai 2 atau 3 kali, sebagai contoh pada kasus di atas setelah di dapat 6 item yang valid, maka dilakukan analisis korelasi lagi untuk menguji 6 item tersebut, jika masih ada item yang tidak signifikan maka digugurkan, kemudian dianalisis lagi sampai didapat tidak ada yang gugur lagi.

sumber klik disini

1 komentar:

Anonim mengatakan...

[p]Famous celebrities which wearing Van Cleef & Arpels jewelry are Elizabeth Taylor, Claudia Cardinale, Romy Schneider, Brigitte Bardot, Catherine Deneuve, Julia Roberts and many other celebrities . This sort of jewelry is nearly nothing at all refreshing; it's been all around for thousands of years however for some motives Tiffany differs over the rest . Tiffany even keeps suppliers across the world such as retailers in London, Dublin, The town, Kl and even Perth . It is very unambiguous fashions in this day and age, and is extraordinarily dazzling types of jewels . The months of rehabilitative care and the painful strain of physical therapy were traumatic . However they managed to survive those slow times and 4 years later they decided to expand the store and it changed its name to Tiffany, Young and Ellis . pp . Respectable ladies wore a knee-length skirts, and girls should have to follow the honorable way, but something happened when the bold Quant short skirts, and the world has gone mod.[/p][p]5%) as well as the East Funds Russian [url=http://www.ttiffanyandcorings.co.uk]tiffany silver rings[/url] Fund (+52 . Lizzie McGuire . The real fashion icon of the 60s, the intrepid mini [url=http://www.ttiffanyandcorings.co.uk]tiffany rings[/url] skirt make it possible for women to celebrate their sexuality, and it contradicts the old fashion of the last convention . tiffanyjewelryforsale . The engraved [url=http://www.ttiffanyandcorings.co.uk]tiffany wedding rings[/url] letters inside the ring face to me, which makes me also feel the love from my parents . htm





Related Articles - tiffany lighting, tiffany chandeliers, pool table lighting, meyda tiffany, robert louis tiffany,





Email this Article to a Friend!

Receive Articles like this one direct to your email box!Subscribe [url=http://www.ttiffanyandcorings.co.uk]tiffany and co rings[/url] for free today! . Any jeweler who has engraving tools can sell a round that is obtained [url=http://www.ttiffanyandcorings.co.uk]tiffany rings sale[/url] for $thirteen, for additional than double that cost, when a chain is extra . There are thousands of charms from which to choose, regardless of the style you prefer.[/p]