Sabtu, 27 April 2013

Ketika Hape Samsung GT S5610 bermasalah

Kawan-kawan, abg2, kakak2, dan saudara2 sekalian....
Pasti pernah mengalami kerusakan hape mati total kan???
ni saya berbagai sedikit pengalaman...
Hape saya Samsung GT S5610 kemarin sore mati total ga tau ntah kenapa,,,
ya udah saya bawa mutar2 banda aceh untuk servis, trus yangs servis bilang kalo kerusakannya akibat terkena virus, sehingga programnya harus di install ulang, disarankan langsung ke servis center Samsung yang ada di jl Imeum Leung Bata Banda Aceh. Untuk mencari almat servis SAMSUNG terdekat di kota anda silahkan klik disini .
karena udah malam saya pergi keesokan harinya (hari ini),, berikut langkah-langkah yang saya tempuh :

  • jam 10 lewat datang ke servis center samsung
  • disambut ama mbak recepsionisnya, terus ditnya permasalahannya
  • mbaknya bilang kemungkinan masalahnya terkena virus programnya, dan harus di install ulang dengan biaya Rp, 27.500, kira - kira siapnya jam 2an
  • Saya bersyukur kali lah, udah bulan tua trus siapnya cepat, hhehehhehe
  • jam 2 saya datang lagi ke servis center tu, dan ternyata hapenya udah sehat seperti semulaa,,,,hehehhehe
  • kesimpulannya pelayanan servis samsung selain ramah juga sangat memuaskan,,,
  • Terimakasih, semoga pengalaman saya tadi dapat membantu anda,,,,,
sumber gambar : tabloid pulsa online

Sabtu, 20 April 2013

Melacak hp Android


Pas browsing-browsing, eh nemu tips yang berguna ni gan,Ni ada cara  untuk ngelacak hape andro yang ilang gan, tapi belum coba karena gak pake andro, cekidot gan.Cara pertama
1. Download aplikasi “Where’s My Droid” di Play Store.
2. Buka aplikasi tersebut
3. Lalu muncul tulisan Welcome kemudian tekan Next
4. Lalu muncul tulisan Attention Words kemudian tekan Next
5. Setelah itu muncul tulisan Commander lalu tekan Next
6. Setelah itu muncul tulisan Finished anda tinggal tekan Finish
7. Lalu muncul tulisan Terms and Agreements anda cukup tekan
Accept term.
8. Muncul tulisan Sponsored Offers From anda tinggal tekan No Thanks
9. Lalu muncul tulisan Commander agan cukup tekan Connect
10.Tunggu sampai selesai lalu muncul tulisan Device Id
11. Tekan tulisan Device Id dan isikan dengan email gmail
12. Sekarang seting di perangkat sudah selesai
13. masuk link ini http://www.wheresmydroid.com/commander.html dari kompi/lepi agan,
Lalu klik link ini http://alienmanfc6.appspot.com/

                Masuk menggunakan akun gmail agan Setelah itu agan bisa melacak perangkat Android agan dengan menekan Ring untuk membunyikan perangkat, Accurate GPS untuk mengetahui lokasi perangkat android agan.

Atau Dengan Cara Seperti ini :

1. Login ke market dan masukkan ID Google yang digunakan di ponsel yang dicuri.
2. Cari aplikasi besutan Lookout Labs yang bernama Plan B dan instal.
3. Pilih device. Pilih sesuai ponsel kamu yang dicuri dan klik instal.
4. Cek pesan email yang dikirimkan Plan B ke Gmail. Kalau email belum masuk, isi locate ke nomor ponsel Android yang hilang.
5. Jika selang beberapa menit lokasi tak berubah, berarti ada kemungkinan ponsel berada di lokasi tersebut.
6. Kalau sudah menerima email, klik link yang diberikan. Nah, disini temen-temen bisa langsung melacak via Google Maps. Pilih Get Directions untuk langsung melacak keberadaan ponsel yang hilang tersebut.
                Meski begitu, cara ini tak berhasil bila si pencuri sudah melakukan FR pada ponsel Android kamu. Karena itu lebih baik langsung lacak keberadaan ponsel sesaat setelah hilang.
Yang lebih amannya, instal aplikasi pihak ketiga yang berfungsi mengamankan ponsel atau langsung menghapus data yang ada seketika via remote jarak jauh.
Cara kedua
       Jika Anda punya perangkat Android yang hilang atau dicuri, tetap tenang  Kami punya Beberapa aplikasi anti-pencurian  yang dapat membantu Anda menemukan kembali smartphone Anda atau setidaknya menyimpan data pribadi Anda agar aman dari pencurian identitas.
        Beberapa aplikasi memiliki fitur yang dapat membantu Anda melacak ponsel Anda yang hilang dengan dengan membuatnya berdering ketika hilang, kirim lokasi GPS ke email Anda atau jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan Anda bisa menghapus data dari smartphone yang hilang dari jarak jauh. Tidak hanya itu aplikasi ini juga bisa mengambil foto pelaku atau merekam audio dengan mikrofon telepon Anda. Ya, aplikasi ini dapat melakukan itu dan banyak lagi.
           Tapi ingat bahwa hanya ada beberapa aplikasi yang dapat diinstal setelah ponsel hilang. yang lainya adalah tindakan pencegahan, berarti Anda sudah harus menginstall aplikasi sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada perangkat Anda.
                Lima Besar : Berikut adalah 5 aplikasi Android yang paling populer untuk melacak perangkat Android yang hilang atau dicuri.
1.       Where’s My Droid [Free]
             Where’s My Droid adalah murni aplikasi pencari Telepon, untuk membantu Anda menemukan telepon Anda. Ketika smartphone Anda hilang, anda dapat mengirimkan kode melalui sms yang akan membuat telepon berdering (bahkan ketika diatur dalam modus senyap) sementara dengan kode sms yang lain dapat mengirimkan koordinat GPS dari ponsel.
              Cara Lainya, Anda dapat mengontrol ponsel Anda dari jarak jauh dengan menghubungkannya ke pilihan Komandan, antarmuka berbasis web. Where’s My Droid juga menawarkan versi Pro yang memungkinkan Anda mengambil gambar dengan kamera (Anda mungkin bisa mengambil snapshot dari pelaku), mengunci atau menghapus  data telepon dari jarak jauh untuk mencegah dari penyalahgunaandata Anda.
2.       Plan B [Free]
                Jika sebelumnya, Anda tidak pernah menginstal aplikasi pelacakan di perangkat Android anda dan perangkat anda dicuri atau hilang,maka Plan B akan menjadi penyelamat perangkat anda. Plan B adalah sebuah aplikasi Android dari Lookout Labs yang akanmencari smartphone Anda menggunakan BTS operator dan GPS, kemudian mengirimkan lokasi smartphone Anda ke Inbox Gmail Anda.
    Di beberapa smartphone, Plan B dapat mengaktifkan GPS di telepon kemudianmenginformasikan kepada Anda lokasi terbaru setiap 10 menit. Untuk telepon tanpa dukungan tersebut, Anda dapat mengirim sms ‘lokasi’ dari telepon lain, dan rincian lokasi ponsel yang hilang itu akan dikirim ke email Anda. Dan kalau tidak ada sambungan data, perangkat lunak akan mengirimkan lokasinya melalui SMS sebagai gantinya.
3.       Android Lost Free [Free]
     Aplikasi ini tidak hanya cocok untuk menemukan telepon Anda yang hilang, Aplikasi ini juga akan menyiksa sang  pencuri (sesuatu yang kami yakin mereka sepenuhnya layak mendapatkanya). Anda dapat mengaktifkan (via SMS atau Web) alarm agar berdering dengan layar berkedip-kedip, mengaktifkan dan menonaktifkan GPS, data dan koneksi Wi-Fi, remote wipe kartu SD, dan mendapatkan daftar panggilan terbaru mereka.
  Meskipun aplikasi gratis, aplikasi ini memungkinkan Anda mengambil gambar dari kamera smartphone (depan dan belakang) dan membuat telepon Anda berbicara menggunakan text-to-speech. Setelah kartu SIM diubah, Anda akan mendapat pemberitahuan melalui email. Aplikasi ini dapat digunakan bahkan setelah Anda telah kehilangan smartphone Anda karena fitur instalasi jarak jauh dan tersembunyi dari launcher untuk mencegah instalasi.
4.       SeekDroid Lite [Free to download; Pro: $2.99/mth]
 SeekDroid Lite Ini memiliki semuanya,seperti mengunci dan menghapus jarak jauh, aktivasi SMS, menghidupkan peringatan bahkan dalam mode diam, menyembunyikan tampilan, dan mengaktifkan fitur GPS. Anda juga dapat mengambil log panggilan terakhir – dan bekerja bahkan tanpa kartu SIM terpasang dalam perangkat.Account Pro (berlangganan bulanan) memungkinkan Anda melacak pergerakan smartphone dicuri dengan peta sejarah sehingga Anda tahu di mana perangkat Anda sedang menuju. Anda juga bisa mendapatkan perlindungan untuk beberapa perangkat, dan menerima pemberitahuan ketika ia meninggalkan area-area tertentu (Untuk Memonitor anak anda misalnya).
5.       AntiDroidTheft [Free]
AntiDroidTheft adalah perangkat anti-pencurian sederhana yang memungkinkan Anda menemukan telepon Anda melalui GPS, melacak perubahan yang dibuat ke kartu SIM dan melihat gambar-gambar yang telah diambil oleh smartphone semua melalui Web.Itu saja dulu beberapa Aplikasi Untuk Melacak Android yang Hilang atau diCuri sebenarnya masih banyak lagi … 
               

Rabu, 17 April 2013

Ahok: Kalau Mau UN, Sekolah Bubarkan Saja!


JAKARTA - Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan sederajat, hari ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Berbagai harapan pun muncul terkait dengan jumlah kelulusan sebesar-besarnya.

Namun, pernyataan berbeda justru terlontar dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok). Dengan nada sinis, mantan Bupati Belitung Timur itu menegaskan bahwa dirinya tidak setuju tentang keberadaan UN.

"Harapan saya enggak ada UN. Bikin stres. Ya orang kan mesti dihitung disiplinnya, bukan cuma dari UN. Orang mesti dilihat prosesnya. Kalau sistem pendidikan yang baik itu prosesnya, bukan hasilnya," tegas Ahok, di Balai Kota Jakarta, Senin (15/4/2013).

Namun, Ahok menegaskan bahwa apa yang dilontarkannya itu sebagai pandangan pribadi. "Sebagai wagub ya saya harus ikut, tapi sebagai pribadi saya enggak mau UN," terangnya.

Proses UN yang berlangsung saat iti, lanjut Ahok, membuat siswa melakukan hal di luar logika. "Bikin orang stres, sampai ke dukun, doa-doa. Jadi sesuatu yang lucu. Apakah kamu dapat ujian nilai tinggi menjamin karakter kamu bagus? Kamu bisa disiplin kerja? Kamu orang yang tahan banting? Tahan menghadapi kesulitan? Tidak juga," tegasnya.

Semua sekolah saat ini, lanjut Ahok, sudah mematok biaya mahal. Dengan membentuk komite sekolah, justru ada pungutan lain yang dibebankan pada orangtua siswa.

"Orangtua ketakutan, rela bayar lagi, bayar bimbel, bimbel masuk ke sekolah di jam sekolah. Sekolah punya kewajiban 24 jam tatap muka, hanya demi ngelulusin," tukas Ahok.

Bahkan, karena rasa ketakutan itu, sambungnya, pihak guru pun memberikan contekan pada anak didiknya. "Seharusnya kayak dulu saja. Dinilai prosesnya. Guru mengenali muridnya. Potensinya apa. Kalau mau UN, sekolah bubarin saja! Semua belajar masing-masing. Les saja, bimbel, terus langsung ujian," tandasnya.
(ade)

Minggu, 14 April 2013

Swasembada Cabai, Tomat dan Bawang, kenapa tidak?



Oleh : Jul Fahmi Salim
            Kita merasakan sendiri bagaimana kebutuhan pokok dan bumbu dapur begitu mencekik akhir – akhir ini, karena kita terlalu bergantung dengand aerah lain. Apa yang salah dengan daerah kita? Dengan masih luasnya lahan tidur dan banyaknya petani yang memiliki skill dalam bertani yang tak perlu diragukan lagi , lantas mengapa bahan kebutuhan pokok seperti cabai, tomat dan bawang masih dipasok sebagian besar dari daerah tetangga kita yaitu sumatera utara????
            Mengapa dengan dana APBA yang begitu besar mencapai angka Triliunan setiap tahunnya, kebutuhan sendiri saja belum dapat kita penuhi sendiri? Jika ditanya solusi, mungkin sebuah pemikiran sederhana ini mampu membuka pintu pemikiran pembaca kedepannya. Menurut hemat saya, kita dapat menggunakan sumber daya yang dimiliki daerah kita ini. Dengan kata lain, untuk mencapai tujuan ini kita harus melibatkan semua pihak, mulai dari unsur yang paling kecil yaitu petani, tokoh masyarakat, pengusaha, LSM, para akademisi hingga pemerintah daerah maupun provinsi.
            Dalam mencapai tujuan itu menurut saya ada beberapa tahap yang perlu dilakukan :
  •  Melakukan rapat terkoordinasi seluruh elemen dalam membuat perencanaan jangka menengah, mulai dari petani hingga pemerintah provinsi.
  •  Melaksanakan hasil dari perencanaan yang telah dibuat sebelumnya
  •  Pemerintah provinsi memberikan instruksi kepada pemerintah kabupaten/kota
  •  Perlunya koordinasi yang kuat antara pemprov dan pemkab/pemko dalam pelaksanaannya

            Setiap elemen dalam mencapai tujuan ini memiliki peran dan fungsi yang sangat erat kaitannya satu dengan yang lainnya. Mari kita lihat peran tersebut satu – persatu :
  •  Pemerintah Provinsi

Pemerintah provinsi merupakan elemn yang memiliki preran yang paling vital dalam mencapai tujuan ini, hal ini dikarenakan pemprov lah sebagai pintu gerbang dalam pelaksanaan suatu kegiatan. Dengan dukungan pemprov suatu tujuan yang diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di provinsi tersebut akan semakin jelas. Dukungan yang diberikan pemprov berupa membuat regulasi yang mampu menunjang percepatan dalam mencapai tujuan tersebut.
  • Anggota Dewan

Anggota dewan memiliki peran untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah dalam penyusunan rencana program kerja, misalnya tanah atau lahan warga yang digunakan untuk program tersebut akan diberi kompensasi yang sesuai yang tidak merugikan salah satu pihak.
  •  Pemerintah Kabupaten / Kota

Pemerintah kab/kota merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah provinsi, sehingga perannya tidak kalah penting dalam pengawasan terhadap kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan kata lain, untuk program provinsi yang dilaksanakan di daerah tertentu menjadi tanggungjawab daerah tersebut.
  •  Akademisi

Akademisi sangat membantu dalam hal ini, mulai dari menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk memperlancar kegitan ini, seperti dalam melakukan perancanaan melibatkan peran dosen fakultas ekonomi terutama konsentrasi ekonomi pembangunan yang memilki kapasitas untuk membuat perencanaan. Selain itu, menggunakan kemampuan para dosen fakultas pertanian dan pertanahan untuk memantu dalam hal mengatasi masalah pertanian dan pertanahan.
  •  Pengusaha

Peran pengusaha juga tidak kalah pentingnya, misalnya pengusaha jasa angkutan. Peran mereka sangat penting nantinya untuk mengangkut pupuk, bibit, dan hasil pertanian dari suatu daerah ke daerah lainnya.
  •   Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Peran LSM adalah ikut memantau dan mengawasi pelakasanaan program yang telah direncanakan dan disepakati bersama ketika melakukan rapat koordinasi dan perencanaan sebelumnya.
  • Tokoh Masyarakat

Fungsi dari tokoh masyarakat disini selain sebagai perwakilan masyarakat adalah untuk memberikan arahan maupun sosialisasi kepada masyarakat tentang program yang akan dijalankan sehingga masyarakat dapat menerima dengan tangan terbuka program tersebut tanpa menimbulkan masalah dikemudian harinya.
  •  Petani

Petani merupakan faktor yang sangat sangat penting dari pelaksanaan program ini hal ini dikarenakan sukses atau tidaknya program ini sanagt besar peran petani dalam hal ini. Untuk itu, pemerintah melalui instansi terkait misalnya dinas pertanian maupun badan penyuluh pertanian untuk terus mengawasi dan memberikan masukan mulai dari pengolahan tanah hingga waktu panen.
Program tersebut memiliki multiplier effect terhadap pembangunan ekonomi daerah baik kabupaten /kota maupun provinsi. Dengan tahapan sederhana saya di atas saya optimis kita bisa menjadi provinsi yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan daerah, jika produksi berlebih kita dapat menjual kedaerah tetangga sehingga  dapat meningkatkan pendapatan daerah, menurunkan tingkat inflasi, hingga mengurangi angka pengangguran serta perputaran uang di provinsi juga akan semakin bagus dan pada akhirnya akan meningkat kesejahteraan masyarakatnya secara umum. Walau bagaimana pun ini hanyalah sebuah pemikiran seorang mahasiswa yang masih memiliki banyak kekurangan. Terimakasih.. 

Habibie Tokoh Paling Inspiratif yang Tergusur


     Saat buku atau film "Habibie dan Ainun" sukses serta menjadi perbincangan di Indonesia tampaknya telah mengokohkan posisi Habibie sebagai tokoh bangsa. Bangsa Indonesia mungkin baru menyadari bahwa Habibie tampaknya menjadi tokoh Indonesia paling inspiratif di dunia modern. Prestasi hebatnya saat menjabat menjadi Wakil Presiden dan Presiden tersingkat di Indonesia itu bisa saja ia melanjutkan jadi Presiden. Tetapi ia tersingkir dan tidak mau mencalonkan lagi meski dia sangat berkompeten dan berkemampuan luar biasa dalam memimpin bangsa.
       Sejarah bangsa ini mencatat bahwa tokoh super Indonesia itu dengan berbagai kehebatannya bukan hanya berteknologi tetapi juga dalam mengelola bangsa tetapi justru disingkirkan karena paranoid negatif masyarakat Indonesia. Paranoid salah itu terpengaruh oleh informasi yang tidak benar karena ulah para politikus dan media masa yang dikuasai para politikus.
       Habibie bisa jadi panutan bangsa ini sebagai tokoh paling inspiratif dengan kolaborasi dua kekuatan hebat antara bermoral cerdas dan berotak luar biasa. Bacharuddin Jusuf Habibie adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga dengan waktu tersingkat tetapi mencapai hasil yang sangat spektakular.
Habibie hanya menjabat selama 1 tahun dan 5 bulan sebagai Presiden.
        Tampaknya Habibie adalah Presiden paling produktif dan progresif dalam segala hal.
Sejak awal pengangkatan B.J. Habibie sebagai Presiden sudah menimbulkan berbagai macam kontroversi bagi masyarakat Indonesia. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional. Hal itu sesuai dengan ketentuan pasal 8 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa “bila Presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis waktunya”. Sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa pengangkatan B.J. Habibie dianggap tidak konstitusional. Hal ini bertentangan dengan ketentuan pasal 9 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa \"sebelum Presiden memangku jabatan maka Presiden harus mengucapkan sumpah atau janji di depan MPR atau DPR\".
          Saat paska reformasi itu Habibie mewarisi kondisi sosial, politik dan ekonomi yang buruk dan tidak menentu.Bangsa dan negara saat itu kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto pada masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahkan dia harus menghadapi perpecahan militer yang saat itu terjadi pertentangan kubu Wiranto, Prabowo dan berbagai faksi militer internal lainnya. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie dengan cepat membentuk sebuah Kabinet.
     Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi. Habibie telah membawa bangsa ini lebih dikenal dunia sebagai bangsa berteknologi tinggi. Meski belum bisa memproduksi mobil nasional tetapi sudah mampu memproduksi pesawat yang mulai dipesan negara lain.
Sebagai Pejabat Presiden yang terpendek masa jabatannya dengan cepat dan cerdas Habibie berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia. Pada masa pemerintahannya yang singkat itu dilahirkan berbagai produk undang-undang yang penting bagi bangsa ini melangkah maju di era reformasi. Habibie berhasil mengusulkan ke DPR UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah. Beberapa pengamat menilai melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Para ahli meyakini bahwa tanpa UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.
            Habibie juga memberi kebebasan pada rakyat untuk menyalurkan aspirasinya sehingga banyak bermunculan partai-partai politik baru yakni sebanyak 48 partai politik. Saat jadi Presiden dengan tegas dan berani dia langsung membebaskan narapidana politik (napol) seperti Sri Bintang Pamungkas (mantan anggota DPR yang masuk penjara karena mengkritik Presiden Soeharto) dan Muchtar Pakpahan (pemimpin buruh yang dijatuhi hukuman karena dituduh memicu kerusuhan di Medan tahun 1994).
            Habibie juga langsung mencabut larangan berdirinya serikat-serikat buruh independen yang pada saat masa orde baru adalah merupakan hal paling tabu.
Hanya dalam waktu singkat pemerintahnya telah mengusulkan membentuk tiga undang-undang politik yang penting dan demokratis yaitu: UU No. 2 tahun 1999 tentang Partai Politik, UU No. 3 tahun 1999 tentang Pemilu dan UU No. 4 tahun 1999 tentang Susunan Kedudukan DPR/MPR.
Habibie juga sangat besar kontribusinya dalam memacu dalam penetapan 12 Ketetapan MPR dan ada 4 ketetapan yang mencerminkan jawaban dari tuntutan reformasi yaitu : Tap MPR No. VIII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap No. IV/MPR/1983 tentang Referendum, Tap MPR No. XVIII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap MPR No. II/MPR/1978 tentang Pancasila sebagai azas tunggal, Tap MPR No. XII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap MPR No. V/MPR/1978 tentang Presiden mendapat mandat dari MPR untuk memiliki hak-hak dan Kebijakan di luar batas perundang-undangan dan Tap MPR No. XIII/MPR/1998, tentang Pembatasan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden maksimal hanya dua kali periode.
            Habibie juga dengan cerdas dan progresif ikut memacu dan berkontribusi dalam penetapan 12 Ketetapan MPR antara lain tentang Tap MPR No. X/MPR/1998, tentang pokok-pokok reformasi pembangunan dalam rangka penyelematan dan normalisasi kehidupan nasional sebagai haluan negara, Tap MPR No. XI/MPR/1998, tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme, Tap MPR No. XIII/MPR/1998, tentang pembatasan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Tap MPR No. XV/MPR/1998, tentang penyelenggaraan Otonomi Daerah, Tap MPR No. XVI/MPR/1998, tentang politik ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi, Tap MPR No. XVII/MPR/1998, tentang Hak Asasi Manusia (HAM), Tap MPR No. VII/MPR/1998, tentang perubahan dan tambahan atas Tap MPR No. I/MPR/1998 tentang peraturan tata tertib MPR, Tap MPR No. XIV/MPR/1998, tentang Pemilihan Umum, Tap MPR No. III/V/MPR/1998, tentang referendum, Tap MPR No. IX/MPR/1998, tentang GBHN, Tap MPR No. XII/MPR/1998, tentang pemberian tugas dan wewenang khusus kepada Presiden/mandataris MPR dalam rangka menyukseskan dan pengamanan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila, Tap MPR No. XVIII/MPR/1998, tentang pencabutan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).
Meski seorang pakar teknologi, dengan gemilang di bidang ekonomi, ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 12.000 – Rp 15.000. Namun pada akhir pemerintahannya, terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR, nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan manapun selanjutnya.
            Pakar aerotechnology itu juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian.
Meski bukan pakar ekonomi dengan cerdas Habibie menyelesaikan krisis moneter dan perbaikan ekonomi Indonesia, B.J. Habibie melakukan langkah-langkah restrukturisasi dan rekapitulasi perbankan melalui pembentukan BPPN dan unit Pengelola Aset Negara, melikuidasi beberapa bank yang bermasalah, menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga di bawah Rp. 10.000,00, membentuk lembaga pemantau dan penyelesaian masalah utang luar negeri, mengimplementasikan reformasi ekonomi yang disyaratkan IMF, mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan yang Tidak Sehat, mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
            Salah satu ide luar biasa berani tetapi dianggap sebagai kesalahan terbesar oleh lawan politiknya adalah setelah menjabat sebagai Presiden, B.J. Habibie memperbolehkan diadakannya referendum provinsi Timor Timur (sekarang Timor Leste), ia mengajukan hal yang cukup menggemparkan publik saat itu, yaitu mengadakan jajak pendapat bagi warga Timor Timur untuk memilih merdeka atau masih tetap menjadi bagian dari Indonesia.
            Pada masa kepresidenannya, Timor Timur lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi negara terpisah yang berdaulat pada tanggal 30 Agustus 1999. Lepasnya Timor Timur berdasarkan riwayat sejarah dalam memperjuangkannya memang disesali oleh sebagian warga negara Indonesia. Tapi tidak disadari disisi lain membersihkan nama Indonesia yang sering tercemar oleh tuduhan pelanggaran HAM di Timor Timur.
Kehebatan Habibie itu ternyata terganjal oleh masalah politik.
            Kasus Timor Timur mendorong pihak oposisi yang tidak puas dengan latar belakang Habibie semakin giat menjatuhkan Habibie. Ganasnya perlawanan politik dan opini yang dibangun media dalam memprovokasi membuat para politisi dan masyarakat terjebak mengorbankan Presiden hebat Indonesia untuk dilengserkan. Upaya ini akhirnya berhasil dilakukan pada Sidang Umum 1999, ia memutuskan tidak mencalonkan diri lagi setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR.
Pandangan terhadap gebrakan Habibie saat menjabat Presiden pada era awal reformasi cenderung bersifat negatif. Tapi sejalan dengan perkembangan waktu sejarah bangsa ini mencatat banyak yang menilai positif pemerintahan Habibie.
Tokoh Inpiratif yang Tersingkirkan.
            Pengalaman bangsa ini mencatat beberapakali fenomena bahwa seorang hebat dalam bidangnya tetapi harus tersingkirkan oleh kondisi anomali politik dan sosial. Di era modern ini selain Habibie banyak tokoh hebat yang digusur hanya karena fenomena menyimpang dari suara masyarakat akibat pengaruh kepentingan politik. Demi kepentingan politik individu dan kelompok, media massa menjerumuskan opini masyarakat ke jurang kesesatan yang dapat menjatuhkan seorang tokoh hebat bagi bangsa ini. Bayangkan paska reformasi dengan euforia yang luar biasa tiada hari tanpa demonstrasi yang hebat dan dahsyat menentang segala bentuk yang berbau orde baru. Paranoid sebagian masyarakat saat itu bahwa Habibie adalah produk orde baru, kaki tangan Soeharto atau Boneka Soeharto tidak terbukti dalam cerita perjalanan sejarah bangsa.
            Fakta sejarah menunjukkan paska reformasi justru Habibie dianggap melawan dan bertentangan dengan Soeharto. Demi kepentingan bangsa saat itu justru Habibie rela mengorbankan ikatan hubungan psikologis kuat dan lama antara Soeharto dan Habibie yang dianggap seperti ayah dan anak. Bahkan saking sakit hatinya Soeharto terhadap Habibie, sampai akhir hayat Soeharto dan keluarga tidak mau menemui Habibie yang mau menjenguk saat akhir hayatnya.
            Tampaknya teori bahwa suara masyarakat sebagai suara Tuhan, seperti saat itu sedikit terbantahkan. Karena suara masyarakat menjadi salah ketika terkondisi karena sugesti informasi yang tidak benar yang disuarakan para lawan politik Habibie dan media massa yang dikuasai para politikus. Selain itu masyarakat telah mendapatkan trauma akibat tekanan krisis ekonomi kesalahan ditimpakan pada orde baru yang memang saat itu dinilai tidak demokratis dan dipenuhi KKN.
            Sejarah nantinya akan mencatat bahwa beberapa tokoh hebat seperti Habibie atau tokoh lainnya yang berpotensi membawa bangsa ini lebih maju terkorbankan oleh hasutan politik yang menyesatkan dan mendistorsikan kebenaran suara masyarakat.
            Di samping sisi kelemahan Habibie sebagai manusia biasa, tetapi sejarah tetap mencatat kecerdasan moral dan kehebatan otak Habibie telah membawa bangsa ini menjadi lebih bermartabat dan terlepas dari masa masa sulit yang sangat rawan.
Habibie layak menjadi tokoh idola dan tokoh paling inspiratif bagi generasi masa depan meski kehebatannya harus tergusur oleh kepentingan politik sesaat dan kepentingan politik individu!!!
Sumber: Opini Kompasiana 17 Januari 2013

Permata Indonesia yang Terlupakan


Oleh : Miftahur Rahman El-Banjary, MA
Ditengah krisis kepercayaan terhadap tokoh publik di negeri ini, ternyata bangsa Indonesia masih menyimpan beberapa permata berharga yang seringkali terlupakan. Kenyataannya bahwa kita masih membutuhkan tokoh-tokoh besar yang mampu mengangkat harkat martabat bangsa ini di mata dunia. Kendatipun jumlah mereka relatif kecil, namun kita tidak menafikan bahwa tokoh-tokoh idola itu masih ada. Sayangnya, rekayasa politik dan haus akan kekuasaan seringkali membuat tokoh-tokoh besar itu termarginalkan, bahkan terbuang, lalu tergantikan oleh tokoh-tokoh rekayasa palsu yang tampil seakan-akan sebagai pembela rakyat.

Salah satu tokoh besar yang seringkali terlupakan adalah si jenius Prof. Dr. Ing. B.J Habibie. Siapa yang tidak mengenalnya! Seorang ilmuwan dunia serta Bapak Teknologi yang pernah menjabat sebagai Presiden RI pasca reformasi tahun 1998 lalu. Kariernya sebagai teknorat dalam bidang pengembangan teknologi pesawat terbang, bukan saja telah membawa nama harum bagi bangsa Indonesia di mata dunia, bahkan beliau adalah aset dunia yang paling berpengaruh saat ini. Cukup menyebut sebagai muridnya, orang-orang Barat akan menaruh rasa hormat dan segan. Begitulah pandangan dunia kepada putra terbaik bangsa yang kita miliki!

Bukan hanya saya, lebih seribu mahasiswa Indonesia di Mesir yang hadir pada Forum Dialog Umum bersama Prof. Dr. Ing. B. J Habibie yang berlangsung di gedung ACC (Azhar Conference Center) Cairo, pada Rabu 6/6/2011 kemarin, dibuat berdecak kagum dengan prestasi beliau. Tak banyak orang yang menyadari bahwa teknorat jenius ini telah menyumbangkan karya terbaiknya -sebuah pesawat N250- bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia yang ke- 50. Ingin tahu kenapa dunia begitu menghargai Habibie? Kurang lebih seperti inilah dunia melihatnya.....

Mengapa Dunia Menghormatinya?
Kulit luarnya bisa saja terlihat halus mulus tanpa cacat. Tapi siapa tahu, sisi dalamnya keropos. Ketidakpastian inilah yang dihadapi industri pesawat terbang sampai 40 tahun lalu. Pemakai dan produsen sama-sama tidak tahu persis, sejauh mana bodi pesawat terbang masih andal dioperasikan. Akibatnya memang bisa fatal. Pada awal 1960-an, musibah pesawat terbang masih sering terjadi karena kerusakan konstruksi yang tak terdeteksi. Kelelahan (fatique) pada bodi masih sulit dideteksi dengan keterbatasan perkakas. Belum ada pemindai dengan sensor laser yang didukung unit pengolah data komputer, untuk mengatasi persoalan rawan ini.

Titik rawan kelelahan ini biasanya pada sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin. Elemen inilah yang mengalami guncangan keras dan terus-menerus, baik ketika tubuhnya lepas landas maupun mendarat. Ketika lepas landas, sambungannya menerima tekanan udara (uplift) yang besar. Ketika menyentuh landasan, bagian ini pula yang menanggung empasan tubuh pesawat. Kelelahan logam pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (krack).

Titik rambat, yang kadang mulai dari ukuran 0,005 milimeter itu terus merambat. Semakin hari kian memanjang dan bercabang-cabang. Kalau tidak terdeteksi, taruhannya mahal, karena sayap bisa sontak patah saat pesawat tinggal landas. Dunia penerbangan tentu amat peduli, apalagi saat itu pula mesin-mesin pesawat mulai berganti dari propeller ke jet. Potensi fatique makin besar.

Pada saat itulah muncul anak muda jenius yang mencoba menawarkan solusi. Usianya baru 32 tahun. Postur tubuhnya kecil namun pembawaannya sangat enerjik. Dialah Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, laki-laki kelahiran Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Habibie-lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik krack itu bekerja. Perhitungannya sungguh rinci, sampai pada hitungan atomnya. Oleh dunia penerbangan, teori Habibie ini lantas dinamakan krack progression. Dari sinilah Habibie mendapat julukan sebagai Mr. krack. Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah.

Sebelum titik krack bisa dideteksi secara dini, para insinyur mengantispasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF). Caranya, meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya. Akibatnya, material yang diperlukan lebih berat. Untuk pesawat terbang, material aluminium dikombinasikan dengan baja. Namun setelah titik krack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan. Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan. Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang. Dalam dunia penerbangan, terobosan ini tersohor dengan sebutan Faktor Habibie.

Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10% dari bobot sebelumnya. Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25% setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat. Namun pengurangan berat ini tak membuat maksimum take off weight-nya (total bobot pesawat ditambah penumpang dan bahan bakar) ikut merosot. Dengan begitu, secara umum daya angkut pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh. Sehingga secara ekonomi, kinerja pesawat bisa ditingkatkan.

Faktor Habibie ternyata juga berperan dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara saat tubuh pesawat lepas landas. Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear jauh lebih kokoh, sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat. Faktor mesin jet yang menjadi penambah potensi fatique menjadi turun.

Riwayat keilmuan Habibie dimulai ketika ia mendapat beasiswa dari pemerintah untuk belajar di Technische Hochschule Die Facultaet Fue Maschinenwesen, Aachen, Jerman, pada 1956. Selama setahun sebelumnya, Habibie tercatat sebagai mahasiswa ITB. Setelah mengantongi gelar diploma ingenieur jurusan konstruksi pesawat terbang, tahun 1960, sambil melanjutkan kuliahnya, ia menjadi asisten Riset Ilmu Pengetahuan Institut Konstruksi Ringan di kampusnya.

Otak Habibie makin kelihatan encer kala gelar doctor ingenieur-nya disabet dengan predikat suma cum laude pada 1965. Rata-rata nilai mata kuliahnya 10. Presatsi ini membuatnya dipercaya jadi Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisis Struktur di Hamburger Flugzeugbau (HFB). Tugas utamanya adalah memecahkan persoalan kestabilan konstruksi bagian belakang pesawat Fokker 28. Luar biasa, hanya dalam kurun waktu enam bulan, masalah itu terpecahkan oleh Habibie.

Ia meraih kepercayaan lebih bergengsi, yakni mendesain utuh sebuah pesawat baru. Satu diantara buah karyanya adalah prototipe DO-31, pesawat baling-baling tetap pertama yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal, yang dikembangkan HFB bersama industri Donier. Rancangan ini lalu dibeli oleh Badan Penerbangan dan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA).

Habibie hanya sampai tahun 1969 saja di HFB, karena dilirik oleh Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh (MBB), industri pesawat terbesar yang bermarkas di Hamburg. Di tempat yang baru ini, karier Habibie meroket. Jabatan Vice President/Direktur Teknologi MBB disabetnya tahun 1974. Hanya Habibie-lah, orang diluar kebangsaan Jerman yang mampu menduduki posisi kedua tertinggi itu.

Di tempat ini pula Habibie menyusun rumusan asli di bidang termodinamika, konstruksi ringan, aerodinamika dan krack progression. Dalam literatur ilmu penerbangan, temuan-temuan Habibie ini lantas dikenal dengan nama Teori Habibie, Faktor Habibie dan Metode Habibie. Paten dari semua temuan itu telah diakui dan dipakai oleh dunia penerbangan internasional.

Pesawat Airbus A-300 yang diproduksi konsorsium Eropa (European Aeronautic Defence and Space) tak lepas dari sentuhan Habibie. Maklumlah dalam konsorsium ini tergabung Daimler, produsen Mercedes-Benz yang mengakuisisi MBB. Sehingga Habibie berhak atas royalti dari teknologi yang dipakai dalam kendaraan udara berbadan lebar itu. Selain dari Airbus, Habibie juga mendapat royalti dari produsen-produsen roket di banyak negara, yang banyak menggunakan teknologi konstruksi ringannya.

Tahun 1978, Habibie dipanggil pulang ke Tanah Air oleh Presiden Soeharto dan sejak itu kemudian berkiprah dalam upaya pengembangan teknologi kedirgantaraan di Indonesia,hasilnya antara lain pesawat terbang pertama buatan Indonesia CN-235 dan N-250. Prestasi keilmuan Habibie mendapat pengakuan di dunia internasional. Ia menjadi anggota kehormatan berbagai lembaga di bidang dirgantara. Antara lain di : Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).
 

Sedangkan dalam bentuk penghargaan, Habibie menerima Von Karman Award (1992) yang di bidang kedirgantaraan boleh dibilang gengsinya hampir setara dengan Hadiah Nobel. Dan dua tahun kemudian menerima penghargaan yang tak kalah bergengsi, yakni Edward Warner Award. (Hidayat Gunadi, Hatim Ilwan) / Majalah Gatra Edisi Khusus, Agustus 2004 .

B. J. Habibie Ibnu Khaldum Modern Abad Ini
Pada saat beliau berbicara hampir tiga jam lebih pada Forum Dialog Umum di hadapan ribuan mahasiswa Indonesia di Mesir ini, ada satu hal yang paling menarik bagi saya adalah konsep pemikiran beliau tentang kemajuan sebuah negara. Menurut Pak Habibie kemajuan sebuah negara haruslah ditopang oleh tiga pilar elemen utama, yaitu budaya, agama, ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika tiga pilar ini bisa bersinergi, maka bisa dipastikan sebuah negara bisa berkembang dan maju. Pak Habibie mengistilahkan elemen ini sebagai SDM yang sejatinya potensi tersebut sudah dimiliki oleh setiap individu.

Menurut saya, dalam konsep kenegaraan Pak Habibie ini memiliki kemiripan dengan konsep pemikiran Ibnu Khaldun pada ke 7 Hijriyah. Saya menemukan ada dua titik persamaan antara Pak B.J. Habibi dengan Ibnu Khaldun. Pertama: keduanya adalah seorang ilmuwan yang kemudian terjun ke panggung politik. Kedua: teori pendekatan yang digunakan Pak Habibi dan Ibnu Khaldun, dalam memahami konsep negara sama-sama menggunakan pendekatan budaya, agama dan ilmu pengetahuan.

Dalam mukadimahnya Ibnu kHaldun banyak mengupas tentang keunggulan-keunggulan orang Arab dan kemajuan peradabannya. Ibnu Khaldun berpandangan bahwa dengan keunggulan peradaban, bangsa Arab bisa maju, dan terbukti bahwa kejayaan itu pernah dicapai oleh bangsa Arab pada masa puncak kejayaan Islam. Sama halnya dengan pandangan Bapak Habibi budaya adalah salah satu komponen utama kemajuan sebuah negara.

Bangsa Indonesia sejatinya memiliki keunggulan budaya yang jauh lebih kaya dibandingkan dengan negara-negara Eropa, apalagi negara Jepang. Keunggulan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia tersebut bisa menjadi salah faktor pendukung untuk menjadi negara yang maju. Artinya, jika keunggulan budaya merupakan perasyarat kemajuan sebuah negara, maka keunggulan itu sudah kita miliki. Namun, selain budaya masih ada komponen yang tak kalah pentingnya, yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi.

B.J Habibie: Si Jenius Dari Timur
Ketika berbicara tentang ilmu pengetahuan, Pak Habibie menganalogikan potensi besar yang dimiliki oleh setiap manusia tak jauh berbeda dengan VCD yang masih kosong. Semua orang memiliki potensi besar di dalam dirinya yang bisa dikembangkan dan dilejitkan menjadi kekuatan luar biasa. Potensi itu apa yang disebut dengan otak. Setiap orang memiliki kapasitas otak yang sama untuk berpikir dan menyerap ilmu pengetahuan. Nah, apakah nantinya otak tersebut memiliki daya nilai yang tinggi, hal tersebut terletak kepada softwwere apa yang dimasukkan ke dalam otak tersebut. Sama halnya dengan VCD, jika softwere yang dinmasukkan hanya file-file PDF atau file MP3, jelas akan berbeda nilainya dengan VCD yang memuat program Office atau program Windows, misalnya.

Pak Habibie juga menganalogikan peran kecerdasan dengan perbandingan antara mobil Kijang dan Mercy. Keduanya memiliki bahan baku yang sama, yaitu besi. Lantas mengapa Mercy lebih mahal daripada Kijang? Dari analogi ini, saya bisa memahami bahwa Pak Habibie mencoba untuk mendekatkan pemahaman potensi dengan teori-teori ekonomi. Dalam teori ekonomi, kualitas barang sangat ditentukan oleh pasar. Barang yang berkualitas, juga akan meningkatkan nilai harga jual di pasaran. Semakin besar manfaat barang tersebut, maka juga akan menentukan harga jualnya.

Teori ini sama halanya dengan teori kecerdasan. Kualitas kecerdasan seseorang nantinya ditentukan oleh seberapa besar kebutuhan umat manusia kepadanya. Teknokrat jenius bidang industrri pesawat terbang seperti Pak Habibi misalnya, memiliki nilai jual dan kualitas yang jauh lebih besar daripada sekedar profesor bidang kehutanan atau kelautan. Mengapa? Karena kebutuhan dunia terhadap teknologi industri pesawat terbang jauh lebih membutuhkan daripada sekedar teknorat bidang kehutanan dan kelautan.

Program softwere yang di burning ke VCD sangat menentukan kualitas VCD itu sendiri. Tentu saja, ilmu pengetahuan dan teknologi adalah softwere berkualitas yang sangat dibutuhkan dunia. Dengan demikian, sebuah negara yang ingin maju dan berkembang haruslah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju dan berkembang pula. Bapak Habibie sudah membuktikan hal itu. Bertepatan pada tanggal 10 Agustus 1995, untuk pertama kalinya bangsa Indonesia berhasil memproduksi pesawat sendiri N250 yang merupakan karya monemental yang patut kita banggakan. Pak Habibie dan Ibnu Khaldun, sama-sama memandang bahwa ilmu pengetahuan dan tekhnologi faktor utama kemajuan sebuah bangsa.

B. J Habibie: Sang Ilmuwan Yang Religius
Tak kalah mengagumkannya, ternyata sosok seorang Habibie bukan saja unggul dibidang intelektual, tapi beliau juga seorang ilmuwan yang religius. Ada satu kisah yang menarik dari kisah kereligiusan Pak Habibie. Tradisi membaca al-Qur’an, puasa sunat senin kamis, merupakan tradisi rutin yang telah diamalkan Pak Habibie semenjak kecil. Kemanapun beliau pergi, beliau selalu membawa tasbih. Bahkan saat beliau berada di Jerman pun dan menjadi tokoh terhormat dikalangan para ilmuwan disana, beliau dengan bangga memperkenalkan dirinya sebagai muslim yang taat.

Terbukti pada saat beliau menerima sebuah nobel penghargaan dari sebuah organisasi ilmuwan Jerman, dihadapan orang-orang bule yang berpengaruh itu, dengan lantang Pak B.J Habibi mengawali pidatonya dengan ucapan Bismillah dan Assalamualaikum. “Lalu saya katakan, bahwa pendidikan bukanlah milik satu kelompok saja. Tidak ada diskriminasi dalam hak mendapatkan pendidikan baik untuk si kaya ataupun si miskin. Pendidikan adalah hak bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini,” begitulah kata Pak Habibi lantang. Sorak tepuk tangan para hadirin berdiri kagum menyalami beliau.

Usai acara, salah seorang wartawan asing mewancarai beliau. “Pak Habibi, Anda termasuk satu-satunya orang Asia yang mendapatkan nobel penghargaan dari organisasi ilmuwan bergengsi di dunia ini. Saat organisasi ini didirikan sekitar 20 tahun yang lalu, Anda sedang berada dimana?”

Pak Habibi diam sejenak. Beliau menghitung mundur usianya, lalu berusaha mengingat-ngingat masa lalunya sesuai dengan tanggal dan waktu didirikan organisasi bergengsi tersebut. Pak Habibi menjawab, ”Waktu itu saya masih anak-anak. Pada waktu itu saya sedang berada di sebuah gubuk tua yang terbuat dari bambu di pinggiran hutan, memakai kopiah dan sarung Bugis, sembari membaca al-Qur’an.”

“That's incredible! Luar biasa!” seru reporter yang mewancarai beliau. “Saya tidak bisa membayangkan seorang anak kecil yang duduk mengaji di sebuah pelosok desa, akhirnya muncul sebagai bintang yang menerima nobel penghargaan dunia.”

“Semua keberhasilan saya,” lanjut Pak Habibie, tidak terlepas dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Sekiranya Allah memberikan saya pilihan untuk memilih salah satu pilihan antara Imtaq dan Iptek, maka jelas saya akan memilih imtaq terlebih dahulu. Namun, kalau saya bisa meminta keduanya, maka saya akan meminta keduanya. Ternyata Alllah mengabulkan permohonan saya,” ujar Pak Habibie.

Rahasia Kesuksesan B. J Habibie
Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa dibalik seorang pria yang hebat terdapat wanita yang hebat pula. Pak Habibie menuturkan bahwa motivasi terbesar beliau meraih semua prestasi dan mimpinya, karena beliau dimanjakan oleh dua orang ibu. Pertama, ibu kandung yang melahirkan beliau. Kedua. Ibu yang mendidik dan mengurus keluarga, sekaligus sebagai pendamping hidupnya. Kecintaan kepada dua orang perempuan inilah yang akhirnya menjadikan Habibie mampu melewati berbagai macam rintangan dan halangan yang mendera. Ibu Ainun, bagi Pak Habibie bukan sekedar istri, tapi sahabat akrab yang tak akan pernah terpisahkan oleh maut sekalipun.

Tak sekedar adanya dua wanita besar besar sebagai motivasi terbesar dalam hidupnya. Saya melihat kesuksesan sosok Pak Habibie adalah kemampuan beliau mensinergikan tiga kekuatan elemen, budaya, agama dan iptek secara seimbang. Secara mikro, Pak Habibi telah berhasil membuktikan bahwa ketiga unsur elemen tersebut bila disinergikan akan mampu membawa perubahan besar yang luar biasa. Secara makro, Pak Habibie juga telah mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia terhormat di mata dunia. Oleh karena konsep pemikiran Bapak Teknologi Indonesia ini beranjak dari pemikiran Ibnu Khaldun, maka tidak berlebihan kalau saya katakan kalau Bapak Prof. Dr. Ing Bachrudin Jusuf Habibie adalah Ibnu Khaldun modern abad ini. Tapi sayang seribu kali sayang, ternyata bangsa ini masih tidak bisa membedakan mana orang yang cerdas dan berprestasi dengan para politisi bermulut besar dan para koruptor yang meruntuhkan martabat bangsa!!!

Ketika beliau pergi haji akhir tahun 1982, mendapatkan pujian, “Habibie, dunia ini tidak tuli dan buta. Bahwa, didunia ini terdapat ilmuwan muslim yang mengangkat nama Islam dimata dunia dengan prestasi dan progresifitas.”
-Pengeran Sultan Abdul Aziz (Saudi Arabia)-

Sabtu, 13 April 2013

Perekonomian Indonesia Tahun 2008 di Tengah Krisis Keuangan Global


Indonesia merupakan negara small open economy sehingga imbas dari krisis finansial global sangat mempengaruhi kondisi perekonomian dalam negeri. Salah satu dampak dari krisis finansial global adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2008. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tumbuh mencapai 6,1% pada tahun 2008 atau sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar 6,3%.

Dampak negatif dari krisis global, antara lain sebagai berikut : 

  • Menurunnya kinerja neraca pembayaran.
  • Tekanan pada nilai tukar Rupiah
  • Dorongan pada laju inflasi.

Pertama, kinerja neraca pembayaran yang menurun
   Pada saat terjadi krisis global, negara adidaya Amerika Serikat mengalami resesi yang serius, sehingga terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang selanjutnya menggerus daya beli masyarakat Amerika. Hal ini sangat mempengaruhi negara-negara lain karena Amerika Serikat merupakan pangsa pasar yang besar bagi negara-negara lain termasuk Indonesia. Penurunan daya beli masyarakat di Amerika menyebabkan penurunan permintaan impor dari Indonesia. Dengan demikian ekspor Indonesia pun menurun. Inilah yang menyebabkan terjadinya defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Bank Indonesia memperkirakan secara keseluruhan NPI mencatatkan defisit sebesar US$ 2,2 miliar pada tahun 2008.        Penyebab lain terjadinya defisit NPI adalah derasnya aliran keluar modal asing dari Indonesia khususunya pada pasar SUN (Surat Utang Negara) dan SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Derasnya aliran modal keluar tersebut menyebabkan investasi portofolio mencatat defisit sejak kuartal III-2008 dan terus meningkat pada kuartal IV-2008. Selain itu, adanya sentimen negatif terhadap pasar keuangan global juga membuat terjadinya pelepasan aset finansial oleh investor asing dan membuat neraca finansial dan modal ikut menjadi defisit.

Kedua, tekanan pada nilai tukar Rupiah.
      Secara umum, nilai tukar rupiah bergerak relatif stabil sampai pertengahan September 2008. Hal ini terutama disebabkan oleh kinerja transaksi berjalan yang masih mencatat surplus serta kebijakan makroekonomi yang berhati-hati. Namun sejak pertengahan September 2008, krisis global yang semakin dalam telah memberi efek depresiasi terhadap mata uang. Kurs Rupiah melemah menjadi Rp 11.711,- per USD pada bulan November 2008 yang merupakan depresiasi yang cukup tajam, karena pada bulan sebelumnya Rupiah berada di posisi Rp 10.048,- per USD. Pergerakan Kurs Rupiah selama tahun 2008 dan awal 2009 dapat dilihat dari grafik dibawah ini: 


diolah dari: www.bi.go.id
     Semasa Pemerintahan Orde Baru, Indonesia menganut sistem fixed exchange rate atau sistem nilai tukar tetap. Tetapi pada Pemerintahan berikutnya sampai sekarang, sistem yang dianut telah berubah menjadi sistem floating exchange rate atau sistem nilai tukar mengambang. Dengan sistem ini nilai tukar rupiah menjadi bergantung pada supply dan demand di pasar. Hal ini berbeda dengan sistem fixed exchange rate dimana Bank Indonesia berkewajiban menjaga Rupiah konstan dengan aktif membeli dan menjual valas untuk menghadapi supply dan demand yang berubah-ubah.
      Pada masa krisis global yang terjadi sejak beberapa waktu yang lalu, terjadi keketatan likuiditas global, dengan demikian supply dollar relatif sangat menurun. Hal inilah yang memeberikan efek depresiasi terhadap Rupiah. 
       Keketaatan likuiditas global terjadi akibat perusahaan dan rumah tangga lebih menjaga likuiditasnya untuk berjaga-jaga dari berbagai resiko bisnis yang meningkat akibat krisis global. Hal ini yang menyebabkan sulitnya mencari dana talangan dalam membiayai defisit anggaran pemerintah. Rumah tangga konsumen pun mulai menahan diri untuk berbelanja guna mengantisipasi terhadap goncangan yang mungkin terjadi. Keketatan likuiditas diperparah oleh sikap bank yang terlalu berhati-hati dalam mengucurkan kreditnya dalam rangka meminimalisir terjadinya kredit macet.
     Sebenarnya depresiasi Rupiah menguntungkan kondisi dalam negeri, karena secara teoritis akan meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Harga-harga produk dalam negeri menjadi relatif lebih murah apabila dibandingkan dengan harga-harga produk sejenis yang diimpor dari negara lain. Di pasar negara tujuan ekspor Indonesia, konsumen akan lebih memilih produk dari Indonesia karena harganya lebih murah. Kondisi ini menyebabkan ekspor Indonesia meningkat. 
       Namun hal itu tidak terjadi karena negara lain juga mengalami hal yang sama seperti Indonesia dimana mata uangnya juga mengalami depresiasi. Krisis global membuat daya beli masyarakat di setiap negara pada umumnya menurun. Sehingga Depresiasi tidak serta merta membuat ekspor Indonesia meningkat, bahkan ekspor justru turun.  Berdasarkan laporan BPS awal Maret 2009 lalu, disebutkan bahwa nilai ekspor Indonesia pada Januari 2009 hanya sebesar USD 7,15 miliar. Angka ini turun 17,7% dibandingkan nilai ekspor pada Desember 2008 sebesar USD 8,69 miliar. Bahkan, jika dibandingkan dengan Januari 2008, nilai penurunannya lebih besar lagi, yakni sebesar 36%.

Ketiga, dorongan pada laju inflasi. 
     Dorongan tersebut berasal dari lonjakan harga minyak dunia yang mendorong dikeluarkannya kebijakan subsidi harga BBM. Tekanan inflasi makin tinggi akibat harga komoditi global yang tinggi. Namun inflasi tersebut berangsur menurun di akhir tahun 2008 karena harga komoditi yang menurun dan penurunan harga subsidi BBM. Pergerakan inflasi di Indonesia dapat dilihat dari grafik berikut:


diolah dari: www.bi.go.id
      Dari grafik tersebut terlihat bahwa terjadi tekanan inflasi yang tinggi hingga triwulan III-2008 yakni hingga bulan September 2008. Hal ini dipicu oleh kenaikan harga komoditi dunia terutama minyak dan pangan. Lonjakan harga tersebut berdampak pada kenaikan harga barang yang ditentukan pemerintah (administered prices) seiring dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Setelah bulan September 2008, tingkat inflasi mulai turun karena turunnya harga komoditi internasional, pangan dan energi dunia. Penyebab lain dari terus menurunnya tingkat inflasi adalah kebijakan Pemerintah menurunkan harga BBM jenis solar dan premium pada Desember 2008, dan produksi pangan dalam negeri yang relatif bagus. Bahkan awal Desember 2008 terjadi deflasi sebesar 0,04 persen. Deflasi tersebut terjadi karena menurunnya harga pada sektor transportasi, konsumsi, dan jasa keuangan. Keberhasilan menurunkan inflasi secara berangsur-angsur tak lepas dari keberhasilan instansi terkait dalam memitigasi akselerasi ekspektasi inflasi yang sempat meningkat tajam pasca kenaikan harga BBM. Secara keseluruhan, inflasi IHK pada tahun 2008 mencapai 11,06 persen, sementara inflasi inti mencapai 8,29 persen. 

Kebijakan Bank Indonesia dalam Menghadapi Krisis Global 
    Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter yang mempunyai independensi dari pemerintah mempunyai kewajiban menjaga stabilitas moneter serta mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat meminimalisir dampak dari krisis global. Bank Indonesia telah menerapkan beberapa kebijakan, yakni: 
     Pertama, Kebijakan dalam sektor moneter. BI mengarahkan kebijakan pada penurunan tekanan inflasi yang didorong oleh tingginya permintaan agregat dan dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM yang sempat mendorong inflasi mencapai 12,14 persen pada bulan September 2008. Untuk mengantisipasi berlanjutnya tekanan inflasi, BI menaikkan BI rate dari 8 persen secara bertahap menjadi 9,5 persen pada Oktober 2008. Dengan kebijakan moneter tersebut ekspektasi inflasi masyarakat tidak terakselerasi lebih lanjut dan tekanan neraca pembayaran dapat dikurangi.
    Selanjutnya, memasuki triwulan II-2008, seiring dengan turunnya harga komoditi dunia serta melambatnya  permintaan agregat sebagai imbas dari krisis keuangan global, BI memperkirakan tekanan inflasi ke depan menurun, sehingga BI Rate pada bulan Desember 2008 diturunkan sebesar 25 basis point (bps) menjadi 9,25 bps. 
        Kedua, Kebijakan dalam sektor perbankan. Kebijakan tersebut diarahkan pada upaya memperkuat ketahanan sistem perbankan, khususnya dalam upaya persiapan implementasi Basel II. Basel II dibuat berdasarkan struktur dasar the 1988 accord  yang memberikan kerangka perhitungan modal yang bersifat lebih sensitif terhadap risiko (risk sensitive) serta memberikan insentif terhadap peningkatan kualitas penerapan manajemen risiko di bank. Hal ini dicapai dengan cara penyesuaian persyaratan modal dengan risiko dari kerugian kredit dan juga dengan memperkenalkan perubahan perhitungan modal dari eksposur yang disebabkan oleh risiko dari kerugian akibat kegagalan operasional. 
     Basel II bertujuan meningkatkan keamanan dan kesehatan sistem keuangan, dengan menitikberatkan pada perhitungan permodalan yang berbasis risiko, supervisory review process, dan market discipline.Framework Basel II disusun berdasarkan forward-looking approach yang memungkinkan untuk melakukan penyempurnaan dan penyesuaian dari waktu ke waktu. Hal ini untuk memastikan bahwa framework Basel II dapat mengikuti perubahan yang terjadi di pasar maupun perkembangan-perkembangan dalam manajemen risiko.

   Kebijakan dalam sektor perbankan lainnya adalah meningkatkan kapasitas pelayanan industri perbankan syariah. Sistem perbankan syariah terbukti lebih tahan terhadap hantaman krisis. Sistem perbankan ini juga sudah mulai digiatkan oleh negara-negara non-muslim seperti Inggris, Italia, Hong Kong, China, Malaysia, dan Singapura. Bahkan menurut anggota Komite Ahli Bank Indonesia, perbankan syariah tetap stabil di saat krisis global berlangsung dikarenakan perbankan syariah merupakan pilihan yang komprehensif, progresif, dan menguntungkan.

    Seiring dengan semakin dalamnya tekanan krisis global, sejak semester II-2008, kebijakan perbankan ditujukan pada upaya mengurangi imbas krisis global pada perbankan domestik. Keketatan likuiditas yang terjadi akibat krisis disikapi BI dengan mempermudah akses bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terhadap fasilitas pendanaan. Namun upaya tersebut tetap dilakukan BI dengan memperhatikan risiko yang terjadi pada perbankan nasional serta dampak yang lebih luas pada perekonomian rakyat. Untuk itu, upaya menjaga ketersediaan pendanaan bagi sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai bantalan perekonomian rakyat, juga senantiasa dicermati.
            Terkait dengan kebijakan di sektor perbankan ini, BI telah mengeluarkan ketentuan-ketentuan yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi perbankan dalam menyalurkan kredit dengan tetap memperhatikan unsur kehati-hatian dan kestabilan ekonomi secara umum. Ketentuan-ketentuan tersebut mencakup beberapa hal seperti: memperpanjang masa transisi penerapan Basel II untuk perhitungan beban modal risiko operasional, menyederhanakan tatacara pembukuan kantor bank (termasuk syariah), menyesuaikan bobot Aset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) untuk Kredit Usaha Kecil dengan skim penjaminan, menyesuaikan tatacara penilaian kredit dalam jumlah tertentu, memberikan fasilitas transaksi USDrepurchase agreement (repo) bank kepada BI, dan mengurangi kewajiban pembentukan penyisihan penghapusan aktiva non produktif.
  Selanjutnya ketentuan-ketentuan tersebut akan diikuti dengan langkah pengaturan secara lebih mendalam, terkait dengan upaya peningkatan transparansi perbankan, penguatan efektifitas manajemen risiko likuiditas, dan produk-produk derivatif perbankan. Dengan demikian diharapkan seluruh pelaku industri perbankan, baik bank umum konvensional maupun syariah, akan memiliki ruangan yang cukup untuk menjalankan fungsi intermediasinya tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, sebagai prioritas utama.
    Ketiga,  Kebijakan di sektor pembayaran. Bank Indonesia turut berupaya mencegah terjadinya guliran krisis global terhadap kelancaran sistem pembayaran nasional. Dalam mencegah risiko sistemik dari risiko gagal bayar peserta yang cenderung meningkat pada kondisi krisis dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, BI telah melakukan perubahan jadwal setelmen sistem pembayaran pada hari tertentu. 
     Kebijakan BI dalam sistem pembayaran terus dilakukan untuk meningkatkan pengedaran uang yang cepat, efisien, aman, dan handal, meningkatkan layanan kas prima, dan meningkatkan kualitas uang. Sementara kebijakan non tunai diarahkan untuk memitigasi risiko sistem pembayaran melalui pengawasan sistem pembayaran, mengatur kegiatanmoney remittances, meningkatkan efisiensi pengelolaan rekening pemerintah, dan meningkatkan pembayaran non tunai.
     Sebagai Bank Sentral, BI memang mempunyai tanggung jawab dalam membuat kebijakan-kebijakan dalam menstabilkan kondisi moneter Indonesia. Dengan demikian diharapkan kebijakan-kebijakan yang dibuat BI merupakan kebijakan yang strategis dan tepat sasaran dalam meminimalisir dampak krisis keuangan. Kebijakan moneter yang diambil BI juga diharapkan dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sektor riil dan selanjutnya pada kesejahteraan masyarakat. (Catatan : Bahan tulisan ini, antara lain bersumber dari laporan Bank Indonesia)
( Ibnu Purna / Hamidi / Prima )
http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3698&Itemid=29

Senin, 08 April 2013

Ada Apa Dengan Aceh Tercinta???


             Begitulah pertanyaan yang sering muncul dipikiran saya sendiri, dan saya yakin bukan hanya saya sendiri bahkan beribu-ribu orang memiliki pertanyaan yang sama di dalam kepala mereka. Mulai dari tingkat kemiskinan yang begitu tinggi, banyaknya pengemis yang kita temui setiap hari di persimpangan lampu merah, kampung-kampung, bahkan mereka sampai melakukan aksinya diwilayah kampus. Sebenarnya ada apa? Apakah masyarakat kita memiliki etos kerja yang rendah? Pemalas? Atau malah fenomena ini merupakan hasil dari gagalnya pemerintah dalam mengelola daerahnya sendiri? Terkadang kita melihat begitu miris kehidupan yang ada di Aceh ini, dimana rata-rata pejabat memiliki kemewahan yang bisa dibilang lebih dari cukup, bahkan beberapa dari mereka memiliki kekayaan yang besar, di sisi lain marilah kita lihat keadaan kita sendiri sebagai rakyatnya.
            Tindakan yang perlu kita lakukan bukanlah yang terlalu muluk-muluk, hal yang paling utama adalah mampu untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri tanpa harus bergantung terlalu besar dari daerah tetangga seperti wilayah Sumatera Utara. Hampir dapat dikatakan bahwa semua faktor penunjang untuk mewujudkan hal tersebut ada di daerah kita, tidak percaya? Mari kita lihat satu per satu.
  • Sumber daya alam

            Kita jangan menutup mata seperti orang bodoh bila kita mengatakan bahwa kita kekurangan sumber daya alam. Lihat sekeliling kita, berapa banyak lahan yang terlantar yang hanya menjadi tempat tumbuhnya rumput liar, coba bayangkan sepertiga saja dari lahan yang kosong ini dapat dimanfaatkan dengan optimal  oleh pemerintah, saya yakin bukan hanya kebutuhan kita saja yang terpenuhi malah kita dapat menjaga kestabilan harga bahan – bahan pokok tanpa terpengaruh oleh harga barang yang sama di luar daerah kita. Hal ini disebabkan karena barang tersebut kita hasilkan sendiri bukannya mengimpor dari daerah tetangga.
  • Sumber daya manusia

            Jika kita berbicara soal sumber daya manusia, tak perlu kita ragukan lagi seberapa banyak ahli – ahli kita yang tersebar di berbagai universitas di wilayah Aceh ini baik Negeri maupun swasta. Jika saja pemerintah kita mau memanfaatkan keahlian yang dimiliki oleh para dosen – dosen kita, misalnya mulai dari masalah perencanaan dengan menggunakan keahlian dari dosen Fak.Ekonomi tepatnya Ekonomi Pembangunan, mengatasi masalah pertanian dengan menggunaka keahlian dari dosen fak. Pertanian, memaksimalkan potensi kelautan dan perikanan yang ada dengan menggunakan keahlian dosen ilmu kelautan dan perikanaan, maka proses pembangunan di Aceh dapat dipercepat.
  • Sarana dan prasarana

            Untuk transportasi daerah Aceh terkenal dengan jalan raya yang mulus, selain itu sebagian besar wilah Aceh sudah memiliki akses jalan. Tidak hanya jalur darat trnasportasi di aceh juga didukung oleh transportasi laut maupun udara sehingga seharusnya pengangkutan hasil produk pertanian dsb dapat berjalan lancar.
            Seharusnya dengan begitu besar potensi yang kita miliki kita bisa menjadi daerah yang mandiri, bahkan dapat menjadi daerah yang mampu memberikan kontribusi terhadap daerah tetangganya, hal ini tergantung kepada pemerintah sebagai pusat penggerak roda pemerintahan yang ada di Aceh ini. Jika memang potensi yang ada ini tidak mampu bermanfaat banyak bagi kita masyarakat Aceh ini, maka kita dapat mempertanyakan mengenai keseriusan pemerintah dalam mengelola daerah ini. Selain itu kita juga patut menyoroti para pemegang jabatan yang ada di instansi terkait, apakah sudah sesuai dengan bidangnya dan melalui tahapan fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) atau pengangkatannya berbau politis. Salah satu contoh Hal yang sangat memalukan yang terjadi baru-baru ini adalah dikembalikannya R-APBA oleh pihak Kemendagri karena isi yang di buat tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh pihak kemendagri. (Serambinews, senin 25 Februari 2013)
            Bukan rahasia lagi, mari kita perhatikan para pemegang jabatan sekarang baik di daerah maupun provinsi, ketika kita membaca koran dan menemukan kalimat “ Kepala Dinas Pertanian Kab. Aceh xxxx  si fulan .SPd ............”. Terkadang kita sebagai orang awam pun tertawa geli melihat fenomena ini, Apa ada hubungannya antara keahlian yang diperlukan dengan latarbelakang pendidikan sang kepala dinas?? jika hanya untuk menjalankan amanah saya kira masih banyak yang lebih kompeten dari “si fulan .SPd”, Walaupun tidak begitu pintar dan bagus, minimal memiliki latarbelakang pendidikan yang sesuai lah seperti sarjana Pertanian, sarjana teknik pertanian dsb. Karena dengan begitu sedikit banyaknya maka ia akan mampu memberikan masukan kepada bawahannya dan instansi yang dipimpinnya dan bahkan dapat memberikan kontribusi yang besar kepada daerah secara keseluruhan.
          Kita tidak tahu lagi harus berbuat apa sekarang, begitu rusaknya sistem pemerintahan kita.Jika terus seperti ini kedepannya, maka dapat dipastikan menjadi daerah yang mandiri hanyalah mimpi disiang bolong. Kita berdoa saja semoga pemerintah yang baru ini mampu meberikan yang terbaik dengan mengedepankan kepentingan rakyat dan bukan solongan semata seperti yang dinyatakan Gubernur Aceh  bahwa pada 2013 akan mampu menurunkan angka kemiskinan secara drastis. (The Globe Journal Desember 2012). 
1.      Gejala yang terjadi dari ketidakjelasan pembangunan
a.       Kemiskinan
b.      Pertumbuhan Ekonomi yang bias
c.       Kesejahteraan yang hanya di atas kertas
2.      Penyebab
a.       Kurangnya koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kab/kota
b.      Sitem perekrutan pejabat yang sangat buruk
c.       Kurang memberdayakan sumber daya yang ada
d.      Kepetingan politik yang lebih besar dari kepentingan rakyat
3.      Tindakan yang Perlu Dilakukan
a.       Merubah paradigma pembangunan yang ada
b.      Menjalin komunikasi yang baik antara pusat dan daerah
c.       Setiap kepala pemerintahan dari yang terkecil (Kades) hingga Gubernur harus mampu bersinergi dalam memanfaatkan potensi yang ada

            Ini hanyalah buah pikiran/pendapat seorang mahasiswa yang mencoba menuangkannya dalam tulisan yang masih dipenuhi dengan kekurangan disana-sini. Terimakasih..