Kamis, 10 Agustus 2017

Regresi Data Panel : Uji Akar Unit (Unit root test)

Oleh : Jul Fahmi Salim

Selamat Pagi, Siang,Malam


Jika sebelumnya saya share cara uji akar unit pada data time series (runtun waktu), nah sekarang kita berbagi mengenai uji akar unit di data panel..
Uji akar Unit dalam data panel??? iya, ternyata bukan hanya time series saja yang menggunakan uji stasioneritas data, pada data panel pun dilakukan uji stasioneritas...

"Penelitian yang dilakukan oleh Levin dan Lin (1992; 1993), Breitung dan Meyer (1994), Quah (1994), Maddala dan Wu (1999), Hadri (2000) dan Im et al. (2003) menyarankan penggunaan uji akar unit pada model data panel. Baru-baru ini, tes akar unit yang paling umum digunakan dalam penelitian yang melakukan uji coba unit data panel secara sektoral adalah Levin-Lin dan Im Pesaran Shin Test.  (http://maxwellsci.com/print/crjet/v2-1-7.pdf)"

Berikut merupakan langkah-langkah pengujiannnya :
  • Buka Eviews (Jangan buka yang lain, apalagi Shazam dan SPSS, langkah-langkah ini tidak akan bekerja. heheheh )
  • Input data kedalam excel
  • Input data panel ke dalam excel (klik disini)
  • Hasilnya akan seperti berikut


  • Untuk melakukan uji akar unit, Double click pada variabel yang akan diuji akar unit (misal variabel y)



  • klik view - unit root test

  • Terdapat beberapa pilihan yaitu :

  1. Summary => Rangkuman hasil unit root semua metode akan keluar (Saya sarankan memakai pilihan "Summary" saja agar semua hasil dari metode akan dikeluarkan)
  2. Common root - levin, lin, chu,
  3. Common root - Breitung
  4. Invidual root - Im, Pesaran, Shim
  5. Invidual root - Fisher- ADF
  6. Invidual root - Fisher - PP

  • Pada point lag length pilih => automatic selection => kemudian klik ok






  • Berikut hasil uji akar unit variabel Y




Dari hasil uji akar unit tersebut (dengan berbagai kriteria baik LLC, IPS, ADF mapun PP) data diketahui bahwa variabel Y stasioner pada tingkat Level .

Untuk menguji variabel lainnya silahkan gunakan langkah-langkah uji akar unit pada variabel Y tersebut.

Silahkan berikan masukannya untuk memperbaiki tulisan ini..

Untuk Melihat Videonya 
Klik disini (Comingsoooon)




"Terima Kasih buat Intan yg udah mengizinkan sebagian datanya dipake buat postingan kali ini, karena apalah arti sang EViews tanpa data... hahahahah :-)  "



Referensi :

Jamal, Abd, Muhammad, Said, Masbar, Raja dan Aliasuddin. (2015).  Did Indonesian Political Economic Reform Reduce Economic Growth Disparities Among Region?. DLSU Business & Economics Review. De La Sale University. Philiphine.

U. Doan, A. Volkan and G. Burcu. (2010). The Role of the Economic Size of a Country in Attracting Foreign Direct Investments: A Panel Data Analysis for OECD Countries (1980-2006). Current Research Journal of Economic Theory 2(1): 1-7, 2010. (Full Text =>> http://maxwellsci.com/print/crjet/v2-1-7.pdf )

Terima Kasih, semoga bermanfaat..

Sabtu, 22 Juli 2017

Pembangunan Ekonomi Aceh Tenggara

Oleh : Jul Fahmi Salim

Apa sebenarnya pembangunan ekonomi tersebut?

Pembangunan ekonomi adalah upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian daerahnya dengan menggunakan sumber daya yang ada di daerah tersebut, baik sumber daya alam, sember daya manusia, hingga sumber daya modal.

Lantas, bagaimana dengan Kabupaten Aceh Tenggara? sudah seberapa jauhkah perkembangan perekonomian di Aceh Tenggara?

Sumber : Google.com

Dari sudut pandang penulis sendiri, Aceh Tenggara bukanlah sebuah daerah yang tertinggal, bukan merupakan daerah miskin sumber daya alam maupun sumber daya modal, sehingga masih bisa melihat beberapa opsi dalam meningkatkan perekonomian Aceh Tenggara.

Sebenarnya terdapat  beberapa hal yang bisa dijadikan Trigger dalam pembangunan di Aceh Tenggara, : 
  1. Sumber Daya Alam
  2. Memanfaatkan Sumber Daya Manusia yang ada (Terutama keterlibatan Akademisi dan Tokoh Muda)
  3. Integrasi sistim informasi dalam Kabupaten
  4. Program / Perencanaan setiap Dinas Harus Sinergi Satu dengan yang lain

1. Sumber Daya Alam

Mendengar Sumber Daya Alam, tentu sempat terfikir oleh ita untuk mengeksploitasi isi perut bumi Sepakat Segenep ini, nah kali ini saya kurang sepakat mengenai itu. Pemanfaatan sumber daya alam tidak harus mengorek isi perutnya, bisa juga dilakukan dengan memanfaatkan nama besar daerah itu sendiri. Kenapa bisa seperti itu ?

Siapa yang tidak pernah mendengar nama Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) ???
Gunung Leuser di sebut-sebut sebagai salah paru-paru Indonesia bahkan Dunia. Lantas yang menjadi pertanyaan adalah, seberapa besarkah manfaat perekonomian yang di dapat dari nama besar Gunung Leuser ini? 

Seberapa besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sudah mampu di hasilkannya?
Seberapa besar kontribusi sektor dan sub sektor yang memanfaatkan Nama Besar Gunung Leuser terhadap PDRB Aceh Tenggara??

Masukan :

a. Memaksimalkan Potensi Wisata Alam,

Bukankan Aceh Tenggara memeiliki banyak daerah pegunungan ? mengapa tidak mencoba menjadikan salah satu daerah atau lokasi yang dapat di gunakan sebagai wadah / penyalur kecintaan alam bagi mahasiswa maupun kegiatan pramuka bagi pelajar seperti Hicking, Tracking, Camping, Outbound, dsb. Lantas, dengan wilayah ini akan menimbulkan efeek ganda ekonomi yang bagus karena akan bermunculan toko peralatan camping kemah, pramuka dll, penginapan sementara pendaki, rumah makan dan sarana dan prasarana pendukung lainnya. Tentu saja tantangan terbesarnya adalah harus mampunya para pendatang (lokal / domestik / mancanegara) terhadap segala peraturan adat atau aturan tidak tertulis lainnya di daerah tersebut..

Selain itu, dari sisi ketenaga kerjaan, kegiatan yang termasuk ke dalam sub sektor pariwisata atau mungkin sektor jasa ini akan menampung tenaga kerja yang cukup baik,karena kegiatan ini akan memerlukan guide lokal, pekerja antar barang, mungkin angkutan terbatas sejenis "ojek", serta penjaga di tiap pos pemberhentian dari kaki gunnung hingga mencapai ke puncak / tempat perkemahan / camping tertinggi.

b. Memanfaatkan Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat penting dalam berjalannnya roda perekonomian. Manfaatkan sumber daya manusia yang ada dari kaum professional, akademisi, pengusaha, serta masyarakat yang memiliki skill di bidang tertentu. Bila perlu lakukan pelatihan yang bersifat kewirausahaan dengan perwakilan setiap desa. Ini bertujuan untuk meunjang perekonomian dari dasar terbawah yaitu masyarakat desa.

c. Integrasi Sistem Informasi Dalam Kabupaten

Sistem yang terintegrasi sangat berguna dalam menunjang keberhasilan penerapan kebijakan Pemda. Bagaimana tidak, dalam masalah ketepatan dalam pembagian raskin dan bantuan lainnya, dapat dituju secara jelas siapa saja yang patut menerimanya.

Sebaiknya integrasi sistem informasi antar desa dan dinas  harus bisa segera dilaksanakan dan harus mengandeng BPS Kabupaten dalam menentukkan informasi yang sebaiknya di masukkan. Agar Mapping setiap daerah / desa mampu lebih tajam.


(bersambung)